Kamis, 05 Juli 2012

Gara - Gara Bola


Pesta sepakbola orang-orang Eropa (Euro) tahun 2012 sudah berakhir tanggal 2 Juli lalu, yang mengukuhkan pasukan La Furia Roja kembali menjadi penguasa benua biru (mengalahkan Italy 4-0), sehingga trophy Henry Delaunay pun nangkring lagi di lemari Negeri Matador.
Congratulation for that...!!!!!

Selama satu bulan terakhir ini, masyarakat Polandia-Ukraina kebanjiran rezeki dengan banyaknya pendukung timnas dari negara-negara peserta Euro yang datang.
Mulai dari usaha penginapan, restoran, cafe, merchandise, hingga penjaja cinta sesaat a.k.a PSK.
Begitupula yang mengadu nasib sementara sebagai freelance di pesta sepakbola ini seperti petugas keamanan stadion, anak gawang, petugas kebersihan, dan lain-lain.
Semuanya ikut berpartisipasi dan enjoy the party.

Tetapi tidak hanya bule-bule itu saja yang berpesta. Jutaan bahkan milyaran pasang mata di seluruh dunia ikut menyaksikan idola-idola mereka di olahraga sejuta umat ini.
Ada yang memang sudah menjadi fans sejati yang sangat fanatik, tetapi ada yang hanya sekedar ikut ramai atau bahkan hanya fans semalam lewat taruhan di meja judi.

Yapz. Sepakbola memang olahraga sejuta umat, yang mempunyai daya magis untuk menarik perhatian penghuni planet bumi yang bernama manusia, untuk menontonnya atau menjadi pelaku aktif (pemain, pelatih).
Sentuhan kaki-kaki berbakat dalam mengolah si kulit bundar, seakan memiliki magnet tersendiri.
Ditambah postur atletis dan tampang rupawan punggawa sepakbola, yang membuat kaum hawa (mungkin juga kaum lekong, sekong dan bencong) hanya bisa bilang : woooooow..!!!!
Dan akhirnya berlomba-lomba agar bisa menggandeng bintang-bintang lapangan hijau itu, walaupun hanya semalam.

Bagi para pebisnis pun, ini merupakan "lahan basah" yang siap mendatangkan fulus berlimpah.
Raja-raja minyak Timur Tengah dan miliarder-miliarder lainnya, seakan tidak mau ketinggalan untuk menambah tumpukan harta mereka dari lumbung duit ini.

Daya magis olahraga ini pun bisa meningkatkan rasa nasionalisme setiap orang untuk mendukung negaranya. Berbagai perbedaan yang menjadi jurang pemisah seakan hancur dan lebur menjadi satu kekuatan penuh, demi mendorong semangat para pemain untuk menang dalam pertandingan tersebut.

Begitulah sepakbola.
Semua orang rela bergadang semalaman demi menyaksikan aksi-aksi idolanya itu.
Ada juga yang stres (galau tingkat dewa kalo kata anak gaul zaman sekarang), karena kehilangan banyak uang setelah kalah taruhan.

Memang banyak sekali cerita dibalik perhelatan si kulit bundar ini, entah Euro, World Cup, Copa America, Champions League, maupun liga-liga mentereng seperti di Inggris, Italy, Spanyol, Jerman, ataupun liga-liga di negara lain termasuk Indonesia.

Dibalik semua cerita itu, semoga demam sepakbola selalu memberikan energi positif seperti persatuan, cinta dan damai, serta melebur semua perbedaan dalam satu warna yaitu persaudaraan.

Viva Sepakbola..!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar