Kamis, 28 November 2013

My Best Old Man

Memang sedikit terlambat untuk menulis tentang the best old man in my life, Ayah saya tercinta, karena seharusnya saya menulis ini 2 hari yang lalu saat bertepatan dengan ulang tahun beliau. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan.

26 November 1947, tepat 66 tahun lalu, mungkin adalah hari paling bahagia buat kakek-nenek saya (Bernardus Sinakoli & Maria Nona), karena di hari itu lahir anak pertama mereka, yang diberi nama : Silvester Idrus. Bayi yang kemudian ditakdirkan menjadi Ayah saya.
Masa kecil beliau tidak banyak saya ketahui, karena tidak pernah ada yang menceritakannya (mungkin karena tidak saya tanyakan). Yang saya tahu, Bapa (panggilan kami ke beliau) menamatkan Sekolah Dasarnya di SD Katholik Nita 1, dilanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Katholik Yapenthom - Maumere, dan terakhir di SMA Katholik Syuradikara - Ende, yang merupakan salah satu SMA favorit dan salah satu yang terbaik se-daratan Flores (mungkin se-NTT) hingga kini. Namun beliau tidak sampai tamat SMA, karena waktu itu Indonesia sedang ditimpa krisis pasca tragedi G30S-PKI, yang efeknya juga terasa sampai Flores.

Dari beberapa obrolan (lebih ke candaan) saat bertemu dengan teman masa remajanya dulu, sepertinya beliau orang yang sedikit nakal dan jahil. Suatu hal yang lumrah, layaknya ABG labil.
Saat masih remaja, beliau (katanya) pernah menjadi pemain sepakbola, dan berposisi sebagai gelandang sayap (kanan luar kalo kata bokap :D). Mungkin bakat ini menurun ke saya, walau permainan olah bola saya sangat jauh dari kata bagus. hehe

Sekitar tahun 1972, beliau mulai bekerja sebagai sopir truk, setelah sebelumnya sempat bekerja sebagai pegawai kantor desa, kenek, dll. Di tahun 1973, beliau bekerja (sopir) di Pulau Adonara, tepatnya di Kota Waiwerang.
Dua tahun sebelum itu (1971), beliau bertemu dengan pujaan hatinya, gadis asli Tebuk yang sedang bekerja sebagai guru honorer di SD Katholik Nita 2. Hal ini yang kadang membuat saya iseng-iseng berpikir, kok bisa ya mama suka sama pemuda tidak jelas dan suka mabuk-mabukan, yang hanya berprofesi sebagai sopir ini (mungkin ini yang namanya cinta kali ya :D). Tapi setelah sempat bertemu dengan mantan pacar Mama saya (dikenalin sama Mama), saya jadi berpikir lagi, untung Mama tidak menikah dengan orang itu (mantannya), bisa-bisa saya tidak seganteng seperti sekarang ini. hahaha

Mungkin kata pepatah : "don't judge the book by it cover", ada benarnya juga. Walau orangnya tidak jelas dan pemabuk, sepertinya cinta beliau tulus ke Mama saya (atau jangan-jangan karena guru nie, jadi ditulus-tulusin. hahahhaa. Kualat saya. Sorry dad!). Cinta dan tanggungjawab beliau itu dibuktikannya dengan selalu ke rumah Mama lebih dulu (kalau tidak salah) setiap pulang dari luar pulau, sebelum ke rumahnya sendiri. Bahkan pernah membantu membangun rumahnya Mama, padahal masih status pacaran. Laki banget kan! hehe
Sampai akhirnya mereka menikah pada tanggal 16 September 1978 (hal yang baru saya ketahui saat mau menulis ini). Dan sekali lagi, dia buktikkan cintanya dengan mau tinggal di rumah Mama, karena kedua orangtua Mama tidak ada yang akan menjaganya, kalau Mama ikut ke rumah suaminya.

Ada cerita lucu saat saya lahir.
Karena 2 anak sebelumnya laki-laki, beliau sangat mengharapkan kalau anak ketiga ini perempuan. Tapi yang nongol malah bayi laki-laki imut (sampai sekarang masih imut) bernama Paul de Chivo ini. Alhasil, beliau ngambek dan tidak mau menyiapkan semua keperluan layaknya orang yang baru mendapatkan momongan (yang sibuk malah tante-tante saya).
Anak yang tidak diharapkan. Padahal saya jauh lebih ganteng, imut, lucu dan menggemaskan, dibandingkan kedua kakak saya. hahahahaha. Untungnya dulu tidak ada fasilitas USG. Bisa-bisa ngambeknya sudah jauh-jauh hari =))

Dan kelucuan berlanjut saat adik perempuan saya lahir 2 tahun kemudian. Seperti orang yang baru menang undian milyaran rupiah, beliau bercerita kemana-mana dengan bangganya, kalau dia punya anak perempuan. hahahaha
Beliau tambah bahagia saat hadir si kecil Eva, 14 tahun yang lalu. Yes, you have two daughter now, man!! Cheeeers!!
Apalagi sekarang sudah punya dua cucu yang lucu :D

Bapa adalah seorang pribadi yang keras, watak yang tidak jarang menyebabkan beliau sering tidak sepaham dan akhirnya ada sedikit gejolak konflik dengan kedua kakak saya, yang sepertinya diturunkan sifat keras juga. Tapi yang saya bingung, kerasnya beliau ini hanya kepada kedua kakak saya. Mungkin beliau ingin mendidik keduanya untuk bisa menjadi orang yang tangguh, sehingga bisa menjaga adik-adiknya.
Sampai sekarang, saya tidak pernah dipukul, bahkan dibentak sekalipun (marahnya lebih ke mengingatkan). Apalagi adik perempuan saya yang adalah kesayangan beliau.

Tapi, walaupun demikian, saya tidak terlalu dekat dengan Bapa (sebagian besar anak laki-laki di Flores mungkin seperti itu). Tidak dekat disini maksudnya tidak pernah bertukar pikiran layaknya Ayah & anak membicarakan tentang hidup, masa depan, berdiskusi tentang masalah keluarga atau sekedar curhatan. Mungkin karena laki-laki di kampung dianggap sanggup mandiri sejak kecil, jadi tidak perlu bimbingan seorang Ayah (analisa asal-asalan. hehe).

Saat saya kira-kira 3 atau 4 tahun, Bapa sudah 'pensiun' dari pekerjaannya sebagai Sopir dan menjadi petani. Saya masih ingat, biasa diajak Bapa untuk menyadap nira di kebun (yang akan disuling menjadi Moke/Tuak). Saat itu yang paling saya tunggu-tunggu adalah pada saat air nira hasil sadapan itu menetes. Dengan sigapnya saya menjulurkan lidah agar tetesan air nira yang sangat manis itu masuk ke mulut (kalau sudah disuling jadi memabukkan :D).
Atau saat panen, beliau menangkap belalang kemudian di sate untuk kami makan, bahkan kadang kami dicarikan telur burung puyuh, ditembakin burung atau menjamu kami dengan masakan tempurungnya yang maknyos (inovasi alat masak pakai tempurung kelapa, jadi sekali pakai :D).
Masa kecil yang indah bersamanya.

Selain itu ada yang tak terlupakan, yaitu saat gempa Flores tahun 1992. Saat itu saya sedang bermain di rumah teman, kira-kira 3 - 4 km dari rumah. Semua orang dalam keadaan panik, kecuali saya dan teman-teman saya (maklum masih bocah banget). Tiba-tiba dari tikungan saya melihat beliau berlari panik mencari saya. Setelah ketemu, dipeluknya saya sebentar lalu kami berdua (saya digendong) pulang ke rumah, walau gempa semakin besar dan kami harus melewati 2 jembatan yang sesewaktu bisa saja rubuh.

Juga yang selalu saya ingat adalah lantunan lagu dari Panbers (gak tau judulnya apa), yang selalu dinyanyikan beliau saat sudah mabuk. "Aku gagal, kali ini................lalalalalala", entah ada apa dengan lagu itu. hehe

Mungkin agak subyektif, tapi bagi saya, Bapa itu orang yang berjiwa sosial tinggi. Banyak sekali orang yang dibantu olehnya. Bahkan orang yang baru hari itu dikenal sama beliau di jalan, diajak menginap di rumah. Sampai-sampai rumah kami terlihat seperti open house rumah pejabat saat lebaran.
Siapa saja boleh lalu lalang bebas, rumah tidak pernah dikunci (selain alasan karena pintu selalu dirusakin kakak saya kalau pulang malam, yang ketakutan dikejar 'setan' :D). Makan gak makan asal kumpul, mungkin itu prinsip beliau, mengingat ekonomi kami yang juga biasa-biasa saja.

Itulah Ayah saya, selama masih ada 'botol' di depan muka, it's gonna be alright. Hal yang sampai sekarang tidak bisa saya larang, walau nada bicara sudah meninggi. "Saya sudah minum dari kamu belum ada, sampai sudah besar seperti sekarang ini, tidak ada apa-apa kok", kata-kata yang selalu keluar setiap kali saya menyuruhnya untuk berhenti mabuk-mabukkan. Beruntung kalau sedang sakit, beliau sadar diri dan pasti 'puasa' dulu sampai sudah sembuh.
Walaupun orangnya santai, tapi bagi saya, beliau memiliki harapan yang besar untuk anak-anaknya, terutama dibidang pendidikan. Makanya beliau sangat marah saat kakak saya ingin berhenti dari SMP Frater, padahal itu sekolah paling berkualitas yang ada di kota kabupaten. Mungkin beliau tidak ingin anak-anaknya hanya sekedar menjadi sopir atau petani seperti dirinya (hal ini juga (analisa saya sendiri) yang membuat beliau tidak mau mengajarkan saya menyetir mobil :D).

Beliau juga sepertinya ingin mencontohkan kepada kami kebiasaan untuk selalu melek ilmu pengetahuan, dengan hobinya menonton berita (Dunia Dalam Berita-TVRI), baca koran (hal yang membuat saya punya koleksi ulasan piala dunia sampai 1 kardus, tahun 2002), mengisi TTS, menganalisa porkas a.k.a togel (eh yang ini kayaknya bukan deh. hahaha), dll.
Ayah saya juga jago main bilyard. Makanya setiap liat sopir metromini main bilyard di dekat terminal, saya jadi membayangkan jangan-jangan Bapa dulu seperti itu. hehe

Saat saya wisuda, terlihat sekali raut bahagia di wajahnya. Begitu pula saya. Ingin rasanya saat itu berpelukan lama, dan mungkin sampai menangis haru, tapi gengsi 'kelaki-lakian' itu tidak bisa dipungkiri, dan acara wisuda itu pun hanya menjadi seperti rutinitas beliau bertahun-tahun yang lalu saat menerima raport di sekolah.

Satu celetukan  beliau dengan om saya (teman 'minumnya') di telepon, 2 tahun lalu : "Biar saja orang omong apa. Kami santai saja. Yang penting, biar kami tukang mabuk begini, tapi bisa sekolahkan anak sampai sarjana". Awalnya saya ketawa mendengar hal itu, tapi bangga juga akhirnya. I know my dad is the best.
Tahun 2011 lalu (saya lupa momennya apa), di Jakarta, for the 1st time, saya 'minum' bersama beliau. Beberapa botol bir kami habiskan hanya berdua saja. Beliau yang menuangkannya ke gelas saya. Mungkin itu adalah pengukuhan dari beliau kalau saya adalah seorang laki-laki dewasa sekarang. Mungkin karena selama ini mau melarang saya 'minum' tapi 'enggan', jadi ya 'dijerumuskan' aja sekalian. hahaha
Agak janggal memang, saya malah senang, mengingat itu adalah hal yang negatif. Tapi ................... Ah sudahlah.

Itulah sekelumit cerita tentang My Best Old Man, Ayah saya tercinta.
Walau belum bisa memberikan 'sesuatu' untuk beliau, saya akan selalu berusaha sampai bisa membuat beliau menikmati masa tuanya dengan bahagia dan bangga, bahwa beliau sudah membesarkan seorang anak yang luar biasa. Sama bangga dan bahagianya seperti saat memiliki anak perempuan, 26 tahun lalu. Semoga!

You know dad, I Love You so much....!!!
What the f*ck the say, You're my best dad....!!!
May God bless you always....!!!
Keep strong, healthy 'n calm....!!!

HAPPY BIRTHDAY OLD MAN....!!!!


Senin, 18 November 2013

Mahameru

Kemarin untuk pertama kalinya saya nonton film 5 cm (setelah sekian lama). Tapi saya tidak ingin membahas cerita film itu. Yang pasti filmnya keren dan pesannya dalam juga banyak, mulai dari persahabatan, cinta, nasionalisme, dll.

Yang membuat saya terpana itu adalah lokasi pengambilan film tersebut. Saya jatuh cinta dengan keindahan Danau Ranukumbolo dan puncak Mahameru itu. Pemandangan yang asri, hamparan awan yang terlihat seperti padang bulu domba :D. Mahakarya Tuhan. Paradise. Dan itu ada di negeriku. Berapa kali kata wow yang terucap selama film itu saya tonton.
Damn, gue mesti kesana suatu saat nanti. Entah kapan. Tapi HARUS..!!

"INDONESIA...NUSANTARA...JAMRUD KHATULISTIWA"

Jumat, 15 November 2013

Andaikan Kau Datang Kembali

Judul diatas saya ambil dari judul lagu salah satu diva Indonesia, Ruth Sahanaya. Lagu yang selalu membuat mata saya berkaca-kaca, bahkan kadang sampai keluar tangisan.
Entah maksud dari lagu itu tentang apa, saya tidak tahu juga, namun lirik-lirik di dalamnya selalu membuat saya teringat dengan almarhum ibu angkat saya. Wanita yang sudah membesarkan saya seperti anaknya sendiri.

2 Mama, 1 Cinta. Cinta yang sama untuk saya.
Saya mungkin salah satu orang yang paling beruntung, dengan mendapatkan cinta dari 2 perempuan luar biasa di dunia ini.

Beliau selalu mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, manajemen keuangan yang baik, dan lain-lain. Walau kadang saya melanggarnya, sehingga tidak jarang pula beliau berusaha meneggakkan aturan tersebut dengan sedikit tegas dan keras, demi masa depan ku nanti. And it works to me now!
Cintanya begitu besar kepada saya. Besarnya cinta beliau itu diberikannya kepada saya, bahkan sampai sekarang, saat beliau sudah tenang di sisi-Nya.

Saya masih ingat disaat-saat terakhir beliau, tak sekalipun saya bergeming dari sisi ranjangnya di rumah sakit TC Hillers Maumere. Berhari-hari saya selalu menemani beliau, walaupun saat itu sudah tidak sadarkan diri lagi dan tidak bisa berinteraksi lagi dengan keluarga.
Dan di tanggal 15 November 2001, saat saya keluar sebentar untuk membeli cemilan di kios, sekaligus menghirup udara segar karena beberapa hari terakhir hanya di dalam kamar saja, tak lama ada saudara saya yang menyusul dan mengabarkan kalau beliau sudah meninggal.

Saat itu menjadi hari yang paling buruk dalam hidup saya. Saat saya masuk ke kamar itu lagi, badan saya seolah menjadi kaku, tidak bisa bergerak, dan hanya bisa menangis dari jauh, bahkan tangisanku pun tak mengeluarkan suara.
Aku sangat terpukul, mengingat begitu besarnya cinta beliau untuk saya, sampai saat hari terakhirnya di dunia ini, beliau tidak ingin saya melihat 'kepergiannya'. Bahkan sampai sekarang pun, beliau hanya sekali saja muncul dalam mimpi saya. Satu-satunya mimpi yang membuat saya menangis seharian.
Iya, saya selalu menjadi sangat cengeng saat mengingat semua kenangan bersama beliau, bahkan saat membuat tulisan ini pun saya menangis.

Andaikan kau datang kembali. Jawaban apa yang kan ku beri

Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Impiannya untuk melihat saya memakai toga dan menjadi sarjana sudah terwujud 4 tahun lalu. If she was there, i'll be very happy!
The only thing, that i want she to know is : I LOVE HER SO MUCH...!!!

Satu-satunya amanah yang beliau berikan kepada saya adalah rumah hasil kerja keras beliau selama hidup. Mungkin hanya dengan menjaga amanah yang beliau berikan itu saja, satu-satunya jalan untuk membalas semua cinta dan kebaikannya selama ini kepadaku. I'll make her proud of me.

THANKS MAMA....!!!!

I LOVE YOU...!!!

Selasa, 12 November 2013

Sepenggal Surat Buat Mama

Mama,
Aku tau kalau aku bukanlah anak yang 100% baik. Alasan klasik; tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Aku sering membentak dirimu, saat sedang emosi. Saat keinginanku tdk terpenuhi. Betapa egoisnya aku, sehingga tidak menghiraukan alasan yang terlontar dari bibirmu. Aku tak memikirkan kalau hutangmu menumpuk karena aku.

Aku memang penurut saat disuruh, dan selalu membuatmu tersenyum saat pembagian raport tiba. Tapi aku tak 'semanis' itu. Banyak yang aku tutup-tutupin dari dirimu. Mama pasti tidak tahu kalau dari kelas 5 SD sampai kelas 2 SMP, aku merokok. Hhhmmm, atau mungkin mama tau?? Naluri seorang ibu kata orang-orang. Ah sudahlah, toh sejak saat itu aku sudah tidak merokok lagi.

Sekarang kita terpisahkan oleh jarak. Semoga kalian baik-baik saja disana. Kehidupanku disini sangat luar biasa sekali, kalau bahasa kerennya: Ciamik Beud. hehe
Mungkin ada saat dimana aku sedikit terpuruk, tapi aku tidak mau berbagi hal itu denganmu. Biarkan hal-hal yang buruk tentang aku, cukup aku sendiri saja yang tahu. Dan aku yakin Mama pasti tidak akan tahu sama sekali mengenai hal itu (keterpurukanku), karena aku sudah melatih diri sendiri untuk menutupi sesuatu dari dirimu (terutama yang jelek), bahkan sejak aku kecil. hehe
Itu karena aku hanya ingin berbagi suka dan bahagia denganmu.

Mama, I miss you so much!!!
Setiap bangun pagi, selalu kangen dengan sarapan buatanmu. Walau hanya pisang goreng atau ubi rebus + segelas teh panas, terasa begitu nikmat sekali, mengalahkan sarapan di hotel bintang 5 sekalipun :D

Oh iya, mudah-mudahan buku-buku bekas dari perpustakaan sekolah yang dulu Mama berikan padaku, masih tersimpan rapi di keranjang ijo itu. Atau jangan-jangan sudah hancur dimakan rayap?. Aku banyak mendapatkan pelajaran dari puluhan buku itu, walau kondisinya sudah usang, robek dan berlubang dimakan kutu buku.
Thanks Mom!!!

Semoga setelah pensiun ini, engkau bisa menikmati masa-masa tuamu dengan indah. Bahagia bersama cucu-cucumu yang lucu.
Jangan pikirkan lagi kami anak-anakmu, karena kami semua sudah dewasa, bisa menjaga diri dan bisa mencari nafkah untuk kehidupan kami sendiri. Duduk tenang di rumah, jaga kesehatan, nikmati hidup. Sekarang saatnya aku, kami semua, untuk bekerja demi dirimu dan Bapa. Doakan saja semoga Tuhan selalu memberikan rezeki dan berkah yang cukup.

Mama,
Aku mungkin tidak akan pernah bisa membayar semua jerih payahmu untukku. Tapi aku berjanji pasti akan selalu berusaha untuk membuat dirimu bangga dan selalu tersenyum di masa tuamu.
Terima kasih atas semua yang sudah engkau lakukan untukku, dan maafkan semua kesalahan yang pernah aku buat. Aku berjanji tak akan membuat engkau menangis lagi. Aku berjanji hanya akan membuatmu selalu tersenyum sepanjang waktu, karena hanya senyuman itu yang bisa menguatkan dan memotivasi diriku untuk menjadi pribadi yang super ciamik bagi keluarga.

"Ina ata dulak bua"
"Tak ada kasih seindah kasih Ibu"

Thanks Mom!
I Love You!
May GOD Bless You!

Sabtu, 02 November 2013

Konvensi Calon Kepala Sekolah Xavier

Setelah meninggalnya Professor X, membuat Xavier's School for Gifted Youngsters sedikit tidak terarah. Kurikulum tidak jelas, psikologi anak-anak didik terganggu, dan sebagainya.
Jean Grey yang digadang-gadang pantas untuk mengemban tugas itu pun sudah tewas ditangan Wolverine saat pertempuran terakhir, karena berubah menjadi Phoenix. Begitu pula dengan Cyclops, yang dibunuh Phoenix.

Sekarang tinggal Wolverine dan Storm saja. Sayang keduanya pun sepertinya enggan untuk memegang amanah itu, dengan alasannya masing-masing. Wolverine hendak pergi ke Jepang, entah mau liburan, belajar karate atau mencari si Miyabi untuk dijadikan istri, tidak ada yang mengetahuinya.
Sementara Storm lebih memilih menjadi guru saja di sekolah itu. Selain agar bisa lebih dekat secara emosional dengan anak didik, juga agar mendapat predikat pahlawan tanpa tanda jasa.

Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mengadakan konvensi agar bisa menemukan calon kepala sekolah yang baru, yang bisa memimpin para murid agar bisa menjadi mutant yang punya kapabilitas dan kompetensi di dunia.

Sebenarnya ada seseorang yang dianggap bisa memegang posisi ini, yaitu sahabat Prof. Xavier, Magneto. Hanya saja ditakutkan apabila kemampuannya kembali lagi, dia malah memimpin semua mutant untuk memusnahkan manusia. Seperti menyimpan bara dalam sekam, kalau itu dilakukan.

Seleksi kandidat pun mulai dilakukan, dan undangan mulai disebar (kayak kondangan ya :D).
Hulk dan Hell Boy, dari awal sudah tidak akan diundang, mengingat keduanya lebih berpotensi untuk merusak dan menghancurkan, daripada membangun sesuatu.
Superman dan Iron Man dipertimbangkan untuk diundang, walau hanya masuk daftar tunggu, berhubung unsur besi dalam diri mereka itu ditakutkan akan menjadi kelemahan terbesar mereka, saat berhadapan dengan Magneto (kalau kemampuannya pulih dan masih jahat).

Balasan surat pertama kali diterima dari Daredevil, yang hanya mengucapkan  terimakasih sudah diundang dan belum memutuskan untuk ikut atau tidak, berhubung pasca operasi mata, dia masih dilema untuk menentukan apakah mau melanjutkan statusnya sebagai Daredevil atau berganti menjadi Batman (kita doakan semoga Dilema Pasti Berlalu).

Captain America sudah menyatakan kalau tidak akan ikut, berhubung sangat sibuk sekali. Mulai dari masalah Mesir (bingung mau memihak tentara atau Mursi), mengantar pasukan AS ke pangkalan baru di Australia, masalah Suriah, dan lain-lain.
Si sepuh Rambo, sibuk reunian dengan para veteran, dengan membentuk kelompok arisan Expendables. Sebenarnya ada yang sudah mau mendaftar (padahal tidak diundang), yaitu Spiderman, tetapi ditolak oleh panitia. Alasannya karena dia pernah menjadi hitam dan jahat (rasis gak sih?). Sementara Amazing Spiderman ditolak karena masih bocah, kencingnya belum lurus.
Fantastic Four lebih memilih untuk membentuk sebuah grup vokal, ketimbang ikut hal-hal seperti itu. Korean wave seems to have a bad influence, isn't it?

Opsi kandidat dari luar negeri pun dipertimbangkan. Sayang semuanya menolak.
Ultraman masih sibuk menjaga Jepang yang tiap minggu pagi selalu didatangi monster-monster berwajah jelek. Ra-One juga tidak bisa meninggalkan India, karena maraknya pemerkosaan yang terjadi belakangan ini.
Gundala Putra Petir lebih memilih ikut Konvensi Capres Partai Demokrat. Gatot Kaca sedang menikmati menjadi pengusaha rangka baja dan pemasok pagar kawat berduri untuk Mabes Polri. Sementara Saras 008 lagi sibuk membantu pegawai Kantor Dinas Pendidikan Prabumulih, untuk melakukan tes keperawanan siswi SMA disana.
Boboy Boy diusulkan oleh pemerintah Malaysia lewat surat kenegaraan resmi, tapi ditolak dengan tegas karena selain masih ingusan, juga cara bicaranya yang tidak jelas.

Dan berdasarkan informasi terakhir yang diupdate oleh panitia, ada 10 kandidat yang sudah fix terdaftar, yaitu Cat Woman, Wonder Woman, Thor, Lion-O (Thunder Cats), Aquaman, Tarzan, Punisher, Green Lantern, Blade, dan Robocop (yang ini nekat, gak takut sama Magneto).
Berdasarkan survey LSI (Lembaga Survey Instagram), dari semua kandidat tersebut diatas, yang potensial dan punya kans besar untuk terpilih ada 5, yaitu Thor, Lion-O, Tarzan, Punisher, dan Green Lantern. Kelimanya memiliki background dan track record yang lumayan bagus (itu kata para ahli dan pengamat).

Thor sudah melalangbuana di luar angkasa. Mulai dari Planet Asgard, Mars, Pluto, Krypton, sampai ke Planet of Apes.
Lion-O sudah terbukti saat memimpin pasukan kucing sampai ke pelosok-pelosok, untuk melawan Mum-Ra.
Tarzan, Si Raja Hutan, walau akhir-akhir ini tidak bisa membendung impor sapi, kedelai, gula, dan lainnya, punya kans karena kedekatannya dengan panitia (siapa? rahasia). Punisher jago melawan musuh yang banyak walau hanya sendirian, juga diyakini bisa melindungi para murid, mengingat pengalaman kehilangan anak di masa lalu. Green Lantern diharapkan bisa membangun infrastruktur yang bagus dengan cincin dan kekuatan pikirannya.

Namun, siapapun yang terpilih nantinya, semoga bisa menjadi seorang kepala sekolah yang baik, bisa melindungi para mutant, dan yang paling penting jangan sampai mengirim para mutant itu, untuk membantu Presiden Barack Obama yang mau menyerang Suriah. Biarkan saja itu menjadi urusan dari Prince of Persia (walaupun bukan urusannya juga. cuma deket aja sih :D).
Dan bagi yang tidak bisa ikut konvensi, lebih baik buka usaha konveksi saja, siapa tahu ada yang butuh kostum baru :D