Rabu, 07 Januari 2015

Menunggu di Kota Sukabumi

Hampir semua orang tidak pernah menyukai yang namanya menunggu. Membosankan, menjemukan, mengesalkan, membangkitkan emosi jiwa dan dendam kesumat, dan lain-lain. Tidak ada hal yang menyenangkan saat sedang menunggu. Apalagi saat menanti jawaban yang tak pasti dari gadis pujaan hati putri paman petani. Tidak hanya terasa bosan tapi juga perih menusuk hati, menohok jiwa.

Nah karena sudah terlanjur larut dalam keadaan dan 'label' membosankan saat menunggu tadi, banyak yang tidak menyadari kalau menunggu itu secara tidak langsung memberikan sedikit waktu luang bagi kita. Membaca buku, bermain game, isi TTS, menelepon kerabat, gebetan, selingkuhan, dll. Banyak yang bisa dilakukan.

Seperti saat di Sukabumi misalnya. Menunggu kereta api dari jam 11 siang, sementara jadwal kedatangan yang tertera di tiket itu jam 4 sore (belum 'delay'nya), pasti rasa bosan, jemu, dan sebagainya itu akan sangat terasa sekali kalau hanya dihabiskan di dalam ruang tunggu stasiun.
Kenapa tidak jalan sebentar keluar ke Jl. Ahmad Yani yang tak jauh dari stasiun. Siang yang panas, alangkah bagusnya menikmati yang segar-segar. Es Campur di gang Nugraha, bisa jadi salah satu alternatif yang bagus. Variasi isiannya sedikit berbeda dengan es campur pada umumnya, yaitu a.l. kacang hijau, pacar cina, irisan roti, nata de coco, serta buah-buahan seperti kelapa, blewah, dan alpukat. Semua isian tersebut dipadu dengan serutan es yang banyak dan kemudian ditambahkan dengan susu coklat kental manis dan creamer sebagai pemanisnya. Perpaduan itu menjadikan es campur ini terasa segar di tenggorokan, nikmat di lidah, dan manis di bibir memutar kata.

Es campur segar di Gang Nugraha Sukabumi

Maju sedikit lagi, beberapa ratus meter dari Gang Nugraha, tak jauh dari KCP Bank Mandiri, ada Warung Nasi dan Lotek "Ibu Cucu". Di warung yang berada di kompleks bekas Bioskop Indra ini, kita bisa merasakan sensasi kondangan (tapi bukan nikahan mantan), dengan hidangan makanan prasmanan yang tersedia lebih dari 200 menu disana. Sesuai dengan yang tertulis di spanduk besar di depannya, warung ini mengklaim merupakan warung dengan masakan Sunda terlengkap di Sukabumi. Di sana ada menu-menu seperti empal raksasa, aneka sop/soto dan aneka makanan siap saji.
Karena sistemnya prasmanan, jadi pembeli mengambil makanannya sendiri. Tinggal dikira-kira saja saat ambil lauknya, karena ada beberapa lauk yang sepertinya menurut saya terlalu mahal harganya. Apalagi rasanya juga tidak terlalu spesial. :D

Warung nasi & lotek "Ibu Cucu"_Sukabumi

Setelah kenyang di Warung Ibu Cucu, bagusnya cari yang manis-manis untuk dessert.
Masih di jalan yang sama, walau agak jauh, tepat di seberang kantor cabang Bank Mandiri Sukabumi, ada Toserba Tiara dimana di salah satu sudut halamannya ada Piscok Cakra. Tagline piscok ini adalah cokelatnya meledak di mulut. Tapi bukan karena ada kandungan bubuk mesiu dan potasium didalamnya, melainkan karena isian coklat cairnya yang lumayan banyak untuk setiap gulungan piscoknya. Manisnya coklat cair tersebut berpadu sempurna dengan pisang yang tingkat kematangannya pas dan gurihnya parutan keju. Maknyos!

Pisang_Coklat_Enak_Sukabumi

Menurut seorang filsuf dari Bojong Koneng, apabila diawali dengan yang segar-segar maka tutuplah dengan yang segar-segar pula. Nah di Jl. Sudirman, di sudut trotoar dekat dengan SPBU, ada warung es kelapa yang bisa jadi pilihan. Warung ini selalu ramai didatangi, baik untuk menikmati di tempat atau dibungkus untuk dibawa pulang.
Seperti es kelapa pada umumnya, disini juga disajikan di dalam gelas. Campuran air kelapa, air larutan gula merah, creamer kental manis dan es batu, terasa begitu menyegarkan. Manisnya pas. Pas pula untuk mengakhiri waktu menunggu di Sukabumi ini.

Es_Kelapa_Segar_Sukabumi

Yang pasti, dengan begitu saat kereta api datang kita akan menaikinya dengan senyum puas tanpa cemberut dan wajah yang ditekuk-tekuk, karena bete tingkat tinggi.
Tak selamanya mendung itu kelabu. Tak selamanya pula menunggu itu membosankan. It's depends on you!


Tabe!

1 komentar:

  1. wow enak juga, kyknya blh dicoba kl ke sukabumi

    BalasHapus