Selasa, 12 November 2013

Sepenggal Surat Buat Mama

Mama,
Aku tau kalau aku bukanlah anak yang 100% baik. Alasan klasik; tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Aku sering membentak dirimu, saat sedang emosi. Saat keinginanku tdk terpenuhi. Betapa egoisnya aku, sehingga tidak menghiraukan alasan yang terlontar dari bibirmu. Aku tak memikirkan kalau hutangmu menumpuk karena aku.

Aku memang penurut saat disuruh, dan selalu membuatmu tersenyum saat pembagian raport tiba. Tapi aku tak 'semanis' itu. Banyak yang aku tutup-tutupin dari dirimu. Mama pasti tidak tahu kalau dari kelas 5 SD sampai kelas 2 SMP, aku merokok. Hhhmmm, atau mungkin mama tau?? Naluri seorang ibu kata orang-orang. Ah sudahlah, toh sejak saat itu aku sudah tidak merokok lagi.

Sekarang kita terpisahkan oleh jarak. Semoga kalian baik-baik saja disana. Kehidupanku disini sangat luar biasa sekali, kalau bahasa kerennya: Ciamik Beud. hehe
Mungkin ada saat dimana aku sedikit terpuruk, tapi aku tidak mau berbagi hal itu denganmu. Biarkan hal-hal yang buruk tentang aku, cukup aku sendiri saja yang tahu. Dan aku yakin Mama pasti tidak akan tahu sama sekali mengenai hal itu (keterpurukanku), karena aku sudah melatih diri sendiri untuk menutupi sesuatu dari dirimu (terutama yang jelek), bahkan sejak aku kecil. hehe
Itu karena aku hanya ingin berbagi suka dan bahagia denganmu.

Mama, I miss you so much!!!
Setiap bangun pagi, selalu kangen dengan sarapan buatanmu. Walau hanya pisang goreng atau ubi rebus + segelas teh panas, terasa begitu nikmat sekali, mengalahkan sarapan di hotel bintang 5 sekalipun :D

Oh iya, mudah-mudahan buku-buku bekas dari perpustakaan sekolah yang dulu Mama berikan padaku, masih tersimpan rapi di keranjang ijo itu. Atau jangan-jangan sudah hancur dimakan rayap?. Aku banyak mendapatkan pelajaran dari puluhan buku itu, walau kondisinya sudah usang, robek dan berlubang dimakan kutu buku.
Thanks Mom!!!

Semoga setelah pensiun ini, engkau bisa menikmati masa-masa tuamu dengan indah. Bahagia bersama cucu-cucumu yang lucu.
Jangan pikirkan lagi kami anak-anakmu, karena kami semua sudah dewasa, bisa menjaga diri dan bisa mencari nafkah untuk kehidupan kami sendiri. Duduk tenang di rumah, jaga kesehatan, nikmati hidup. Sekarang saatnya aku, kami semua, untuk bekerja demi dirimu dan Bapa. Doakan saja semoga Tuhan selalu memberikan rezeki dan berkah yang cukup.

Mama,
Aku mungkin tidak akan pernah bisa membayar semua jerih payahmu untukku. Tapi aku berjanji pasti akan selalu berusaha untuk membuat dirimu bangga dan selalu tersenyum di masa tuamu.
Terima kasih atas semua yang sudah engkau lakukan untukku, dan maafkan semua kesalahan yang pernah aku buat. Aku berjanji tak akan membuat engkau menangis lagi. Aku berjanji hanya akan membuatmu selalu tersenyum sepanjang waktu, karena hanya senyuman itu yang bisa menguatkan dan memotivasi diriku untuk menjadi pribadi yang super ciamik bagi keluarga.

"Ina ata dulak bua"
"Tak ada kasih seindah kasih Ibu"

Thanks Mom!
I Love You!
May GOD Bless You!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar