Jumat, 15 November 2013

Andaikan Kau Datang Kembali

Judul diatas saya ambil dari judul lagu salah satu diva Indonesia, Ruth Sahanaya. Lagu yang selalu membuat mata saya berkaca-kaca, bahkan kadang sampai keluar tangisan.
Entah maksud dari lagu itu tentang apa, saya tidak tahu juga, namun lirik-lirik di dalamnya selalu membuat saya teringat dengan almarhum ibu angkat saya. Wanita yang sudah membesarkan saya seperti anaknya sendiri.

2 Mama, 1 Cinta. Cinta yang sama untuk saya.
Saya mungkin salah satu orang yang paling beruntung, dengan mendapatkan cinta dari 2 perempuan luar biasa di dunia ini.

Beliau selalu mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, manajemen keuangan yang baik, dan lain-lain. Walau kadang saya melanggarnya, sehingga tidak jarang pula beliau berusaha meneggakkan aturan tersebut dengan sedikit tegas dan keras, demi masa depan ku nanti. And it works to me now!
Cintanya begitu besar kepada saya. Besarnya cinta beliau itu diberikannya kepada saya, bahkan sampai sekarang, saat beliau sudah tenang di sisi-Nya.

Saya masih ingat disaat-saat terakhir beliau, tak sekalipun saya bergeming dari sisi ranjangnya di rumah sakit TC Hillers Maumere. Berhari-hari saya selalu menemani beliau, walaupun saat itu sudah tidak sadarkan diri lagi dan tidak bisa berinteraksi lagi dengan keluarga.
Dan di tanggal 15 November 2001, saat saya keluar sebentar untuk membeli cemilan di kios, sekaligus menghirup udara segar karena beberapa hari terakhir hanya di dalam kamar saja, tak lama ada saudara saya yang menyusul dan mengabarkan kalau beliau sudah meninggal.

Saat itu menjadi hari yang paling buruk dalam hidup saya. Saat saya masuk ke kamar itu lagi, badan saya seolah menjadi kaku, tidak bisa bergerak, dan hanya bisa menangis dari jauh, bahkan tangisanku pun tak mengeluarkan suara.
Aku sangat terpukul, mengingat begitu besarnya cinta beliau untuk saya, sampai saat hari terakhirnya di dunia ini, beliau tidak ingin saya melihat 'kepergiannya'. Bahkan sampai sekarang pun, beliau hanya sekali saja muncul dalam mimpi saya. Satu-satunya mimpi yang membuat saya menangis seharian.
Iya, saya selalu menjadi sangat cengeng saat mengingat semua kenangan bersama beliau, bahkan saat membuat tulisan ini pun saya menangis.

Andaikan kau datang kembali. Jawaban apa yang kan ku beri

Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Impiannya untuk melihat saya memakai toga dan menjadi sarjana sudah terwujud 4 tahun lalu. If she was there, i'll be very happy!
The only thing, that i want she to know is : I LOVE HER SO MUCH...!!!

Satu-satunya amanah yang beliau berikan kepada saya adalah rumah hasil kerja keras beliau selama hidup. Mungkin hanya dengan menjaga amanah yang beliau berikan itu saja, satu-satunya jalan untuk membalas semua cinta dan kebaikannya selama ini kepadaku. I'll make her proud of me.

THANKS MAMA....!!!!

I LOVE YOU...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar